Dunia menjadi saksi atas keteguhan dan keberanian Hamas dan Hizbullah melawan agresor Zionis Israel. Hamas (Harakat al-Muqawamah al-Islamiyyah, Gerakan Perlawanan Islam), adalah sebuah gerakan dan partai politik Palestina berhaluan Islamis yang dibentuk pada tahun 1987 untuk melakukan perlawanan terhadap pendudukan Israel di Palestina. Pada tahun 2006, partai ini memenangkan pemilu parlemen Palestina. Sejak awal Februari 2007, kelompok ini terlibat konflik dengan kelompok Fatah akibat kekalahan kelompok Fatah di pemilu parlemen 2006.
Sedangkan Hizbullah (Partai Tuhan) adalah kelompok Islam Lebanon yang terdiri dari sayap militer dan sipil. Kelompok ini didirikan pada tahun 1982 untuk memerangi pendudukan Israel di Selatan Lebanon. Bersama gerakan amal, Hizbullah adalah partai politik utama yang mewakili komunitas Syiah, kelompok terbesar di Lebanon.
Banyak cara menunjukkan dukungan atau simpati atas penderitaan Muslim dan kaum tertindas di seluruh penjuru negeri. Sebagai sesama manusia dan Muslim, posisi kita yang berjarak relatif jauh dengan arena konflik bukanlah alasan untuk tidak mendukung perjuangan mereka.
Dari perbagai cara membantu perjuangan Hamas-Palestina dan Hizbullah-Lebanon, berikut adalah 19 di antaranya :
- Bacalah berita tentang perjuangan umat Islam dan kaum tertindas di seluruh dunia. Mengetahui nasib umat Islam di dunia adalah langkah kepedulian yang paling awal. Demikian pentingnya mengetahui berita ini sehingga Imam Khomeini pun menjadikannya salah satu wasiatnya (Keep yourself informed about the Muslims)
- Kirim simpati dan sebarkan dukungan ke semua lingkungan terdekat. Sokongan moral memberikan spirit tambahan bagi mereka yang sedang di medan jihad. Sabilillah juga akan melipatgandakan nilai perjuangan mereka di mata publik, juga sebagai penyeimbang atas pemutarbalikkan fakta yang dilakukan musuh.
- Ceritakanlah berulang-ulang tentang kepahlawanan dan kemuliaan setiap pejuang yang syahid melawan tentara Zionis di Palestina, Lebanon, dan berbagai belahan dunia lainnya kepada siapa pun, terutama keluarga terdekat, sehingga mereka juga bercita-cita syahid membela agama Allah SWT.
- Asah segala pengetahuan dan keterampilan diri dengan niat untuk membantu Palestina dan setiap kaum yang tertindas di berbagai belahan dunia. Semakin banyak, luas, dan mendalam pengetahuan kita akan sangat berguna bagi perjuangan selanjutnya.
- Sebarkan dan perkuat pemahaman ideologis di setiap komunitas tempat tinggal kita dengan perkaderan yang intensif. Dukungan orang-orang terdekat akan lebih memaksimalkan dan memfokuskan perjuangan. Syahid Hasan al-Banna menekankan tentang signifikansinya penguatan ideologis individu sebelum urusi keluarga, lingkugan, masyarakat, dan negara.
- Jadikan semangat perlawanan menjadi semangat kolektif, bukan personal. Utamanya adalah menjadi tradisi sehingga perlawanan terhadap zionisme menjadi alam bawah sadar setiap individu, apapun suku, agama, aliran dan aliansi politiknya.
- Biasakan diri dan lingkungan kita menyukai dan mencintai simbol-simbol perjuangan rakyat Palestina dan membenci setiap simbol dan produk zionisme dan segala hal yang beraliansi dengannya.
- Boikot produk-produk zionis Israel atau perusahaan-perusahaan yang memberikan banyak sumbangan kepada negara aktif tersebut. Informasinya telah beredar di mana-mana, di antaranya bisa ditemukan di www.boycottisraeligoods.org dan www.inminds.co.uk. Fatwa ulama-ulama menyatakan adalah haram bertransaksi kepada institusi yang keuntungannya jelas-jelas digunakan untuk memusuhi Islam.
- Buat lembaga dukungan dan atau perkuat lembaga-lembaga dukungan di wilayah kita masing-masing karena efek politisnya akan lebih besar daripada suara masyarakat biasa.
- Buatlah jaringan antar lembaga yang mempunyai visi menentang segala bentuk kezaliman dan penindasan karena mereka penting sebagai jembatan komunikasi dengan komunitas lain.
- Selalu jalin persatuan dan hindarkan perbedaan dalam setiap lini dan komunitas. Ingatkan selalu tentang pentingya soliditas umat dan betapa musuh sangat mendambakan perpecahan di kalangan internal Muslim yang biasanya didahului dengan kedengkian dan miskomunikasi antar pemukanya. Ingatlah selalu Surah ash-Shaff[61]:4, ”Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
- Fokuskan dan solidkan diri bahwa zionis dan kapitalisme adalah wujud pengingkar Tuhan yang paling nyata di dunia. Perlawanan dengan basis ideologis yang kuat berbeda dengan perjuangan dengan motif politik biasa. Kasus sengketa Fatah dan Hamas dan bagaimana Fatah bekerjasama dengan zionis Israel demi memerangi Hamas adalah preseden buruk.
- Posisikan diri sebagai sub sistem, tanamkan diri bahwa kita hanyalah abdi dari manusia-manusia suci, bukan tokoh. Seringkali benturan antar jaringan terjadi karena gengsi, arogansi dan berjuang pada konflik internal yang tidak semestinya.
- 14. Gunakanlah bahasa kultural yang sesuai objek dakwah/lingkungan masing-masing demi musuh bersama karena setiap komunitas mempunyai cara pandangnya sendiri-sendiri yang mungkin tidak sesuai. Dalam masa perjuangan saat ini, adalah sebuah kekalahan politik apabila waktu kita terbuang habis hanya untuk diskusi tentang masalah ini.
- Beri dukungan setiap kegiatan diplomatik pemerintah kita yang berhubungan dengan perjuangan rakyat Palestina dan setiap kaum yang tertindas. Mereka butuh dukungan untuk berani secara kolektif melawan negara zionis dan pendukung-pendukungnya.
- Bersihkan diri dan muhasabah, bahwa kita memerangi dan membenci aktivitas kejahatan dan kemungkaran, bukan karena dengki dan dendam, bukan pula karena etnis dan agamanya. Musuh dunia adalah zionisme, bukan bangsa Yahudi. Perlu diketahui, banyak pula umat Yahudi yang anti-zionis.
- Bantulah perjuangan suci ini dengan uang, atau bekerjalah supaya bisa menghasilkan uang. Uang tersebut akan digunakan untuk membeli peralatan obat-obatan, memperbaiki sarana-prasarana, bahkan mungkin senjata. Yakinlah, dengan segala keterbatasan yang kita miliki, setiap sen yang kita dermakan akan bernilai luar biasa bagi mereka. Apabila karena suatu hal praktik ini tidak dapat dilaksanakan, maka gunakanlah uang tersebut untuk memperkuat segala hal yang dimungkinkan demi membantu perjuangan mereka.
- Jadilah relawan dalam wilayah konflik mereka dengan kondisi fisik, finansial dan pengetahuan yang memenuhi syarat. Hanya berbekal niat baik dan semangat membara bukan saja percuma, melainkan juga dapat menjadi penghalang perjuangan.
- Perkuatlah perjuangan ini dengan doa dan tawasul setiap saat. Bahkan Imam Khomeini menerangkannya dalam salah satu wasiatnya. Yakinlah, tiada keberhasilan yang bernilai apabila tanpa keridhaan Rasulullah dan Ahlulbaitnya. Ya Mahdi, adrikna!

0 Comments:
Posting Komentar