إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً....

Ikatan Remaja Pecinta Ahlul Bait Palembang

“MENGHARAPKAN ULAMA YANG PERCAYA PADA UMATNYA ”

Sebenarnya manusia sangat dihormati oleh ALLAH,seperti yang tercantum didalam al-Quran manusia diangkat sebagai Khalifah ALLAH.

Tetapi karena ulah manusia itu sendiri maka penghormatan yang diberikan ALLAH itu menjadi sirna.Pemikiran,perbuatan dan perkataannya memiliki nilai.Ia lebih mulia disisi ALLAH daripada Ka’bah.Hak-hak moral dan materialnya amatlah suci sampai-sampai ALLAH murka kepada siapapun yang merusaknya.Bantuan moral dan materialnya merupakan amal suci yang dicintai ALLAH.Jika masyarakat hidup dengan konsep manusia seperti itu,lalu mengaplikasikannya dengan baik,tentu masyarakat tersebut hidup dalam kondisi Islami yang didalamnya eksistensi,sosok,dan hak-hak manusia demikian terhormat disamping juga memiliki kewajiban.

Manusia dalam masyarakat maju secara materi seperti Barat kontemporer,juga mulia dan terhormat,meskipun logika kemuliaannya berbeda dan derajatnya lebih rendah.Sedangkan pada Islam Manusia merupakan entitas berkedudukan agung dan ALLAH SWT sangat memelihara kemuliaannya sekaligus menghukum orang yang tidak memuliakannya.

Dalam masyarakat Barat,titik tolak penghormatan terhadap manusia adalah keseimbangan lahiriah dalam berinteraksi,tidak lebih.Karena itu,ia tidak berakar didalam kesadaran jiwa serta tidak berlandaskan hukuman dan balasan ALLAH.Engkau akan terkena hukum jika orang-orang melihatmu melakukan kesalahan,namun apabila engkau bisa memanfaatkan kelalaian mereka,engkau bisa mendorongnya tanpa tersentuh hukum.Selanjutnya jika engkau bisa membeli hak mereka, menguasai informasi dan mengontrol semua aktivitas, engkau seperti menjadi majikan mereka,dan seluruh orang akan hormat padamu.Bagaimanapun,manusia yang menjadi anggota masyarakat Barat lebih terhormat daripada manusia didunia ketiga yang belum mencapai keseimbangan materi.Mereka tidak menghayati Konsep Islam tentang manusia.Mereka juga tak mencermati pengalaman negara Islam Iran yang mulai menerapkan penghormatan Islam terhadap manusia.Demikianlah karena meninggalkan nilai-nilai Islam kita kehilangan penghormatan ALLAH terhadap manusia,disamping itu kita juga tidak mendapat penghormatan Barat terhadap manusianya.

Yang sangat menyedihkan dan menakutkan paham tersebut tertanam dibenak para intelektual kita bahwa yang layak mendapatkan kebebasan,hak dan penghormatan adalah manusia berbudaya,yaitu manusia Barat berikut mereka yang terwarnai oleh Barat.Pandangan merendahkan manusia semacam itu dimanifestasikan dengan sikap represif terhadap umat kita,tindakan pemaksaan terhadap pemerintah.Dalam pandangan Intelektual kita yang diberi pakaian Islam berbicara dengan mengambil satu bagian dari Nas Islam seperti ayat-ayat dan Hadis yang menggambarkan sebagian besar manusia sebagai orang orang yang tidak mengetahui,tidak beriman,tidak berakal,dan seterusnya.Mereka lupa bahwa pandangfan Islam tentang manusia memiliki beberapa sisi yang saling menyempurnakan.Aspek negatif yang ada pada sebagian besar manusia tidak melenyapkan kemuliaan umat Islam dan keyakinan padanya.Bahkan,lebih menguatkan lagi.

Sebagian Intelektual kita menutup mata terhadap masyarakat kita dan tidak percaya kepada mereka,dari manakah ini kalau bukan bersumber dari upaya Barat meyebarkan perasaan hina dan kerdil kepada mereka?

Superioritas para politikus dan intelektual Barat juga telah tersebar kepada kita,kepada sebagian Ulama yang sudah mapan,kepada Ulama yang sangat taat,serta kepada sebagian gerakan Islam yang lebih bersandar kepada Konsep dan pergerakan ketimbang kepada Masyarakat. 
Pandangan ulama status quo terhadap umat Islam nyaris tidak berbeda dengan intelektual yang telah terwarnai oleh Barat.Bahkan,tanpa disadari ia telah menjadi muridnya.

Kalangan yang sangat taat menjadi contoh dalam hal pemahaman keagamaan dimana mereka melihat bahwa satu miliar umat Islam hanya segelintir orang yang taat.Sementara kebanyakan kaum muslim adalah kalangan awam yang bodoh.Mereka para pencari dunia yang tampak seperti muslim,namun tidak layak dipercaya.Demikian komentar dan pernyataan mereka.

Jenis Ulama semacam ini terjerembab dalam penyakit Ekslusivisme agama.Sebab mereka meletakkan dihadapan mereka tingkat ketaatan semacam Nabi dan para Imam,terutama para Wali yang menjadi panutan manusia dan puncak keimanan.Lalu mereka merendahkan semua tingkat ketaatan yang lain.Mereka berburuk sangka kepada kaum Muslim.Bahkan kepada Iman kaum mukmin,niat para aktivis dan pengorbanan sebagian orang.

Ingat wahai para Ulama,ALLAH tidak menurunkan agama Nya hanya untuk kalangan tertentu saja dan tidak menjadikan ukuran penerimaan di Surga berupa angka Seratus saja.Tetapi,siapa yang amal kebaikannya lebih berat daripada keburukannya,yaitu lima puluh satu berbanding empat puluh sembilan,maka ia juga diterima dan Sukses.

Para Nabi dan Imam mereka memiliki pandangan penuh oleh rasa iba kepada kaum Kafir yang lemah ,sementara kepada kaum Muslim dipenuhi kecintaan yang mendalam, penghormatan, dan rasa percaya selama mereka tidak keluar dari Islam menuju sikap Munafik.

“Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya,dia berdiskusi dengan malaikat-malaikat Kami tentang kaum Luth.Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun,pengiba,dan suka kembali kepada ALLAH.Wahai Ibrahim,tinggalkanlah diskusi tersebut! Ketetapan Tuhanmu telah datang dan mereka itu akan ditimpa oleh siksa yang tidak dapat ditolak” (Q.S.Hud 74-76). 

Tidakkah ini terlihat bagaimana ALLAH SWT memuji sikap santun Ibrahim AS dan diskusinya tentang kaum pendosa,perusak,dan pendusta.Itu semua tidak lain karena mereka adalah Manusia.Manusia semacam itu diperhatikan oleh ALLAH ,Dia baru membinasakan mereka setelah begitu banyak argumen diberikan kepada mereka,sementara mereka dan keturunannya sudah tidak dapat lagi diharapkan.

Cukup sebagai bukti bahwa manusia sangatlah berharga bagi ALLAH,ketika para Nabi dan WaliNya,khususnya pada hamba-Nya hanya bisa masuk surga dengan membantu manusia bagaimanapun kondisi mereka serta mencurahkan upaya dan usia mereka dijalanNya.

Umat Islam adalah sumber kebaikan hingga hari Kiamat.Sebagian besar mereka masih memiliki Fitrah yang baik,bersih,potensial,dan rasa haus terhadap siraman rohani para ulama lewat sumber-sumber Islam guna memancarkan kebaikan bagi dunia.Seorang Muslim adalah dunia Fitrah dan Akidah.Seorang Mukmin adalah harta kekayaan ALLAH di bumi-Nya.

Persoalannya bukan terletak pada umat Islam.ditengah tengah mereka terdapat jutaan orang taat.Berkali kali lipat dari mereka yang memiliki potensi untuk taat,memberi dan berkorban.Justru ada pada diri kita bagaimana kita mengetahui nilai mereka,mencintai mereka,mempercayai mereka serta memimpin mereka untuk melawan musuh Islam.

Kecintaan dan kepercayaan terhadap kaum Muslim termasuk kewajiban akidah seorang Ulama, karena merekalah -kecuali Munafik- mahluk paling berharga serta paling dicintai oleh ALLAH SWT, Rasul-Nya dan Ahlul Bait. 

Kecintaan dan kepercayaan terhadap kaum Muslim juga sangatlah penting,sebab Ulama hanya bisa meraih surga dengan menjadi pelayan Umat Islam.Ia tidak bisa melayani,memberi petunjuk,dan menjaga kepentingan mereka selama tidak percaya dan berburuk sangka kepada mereka. Sebab,yang paling bisa meningkatkan ketaatan dan perlawanan masyarakat adalah rasa percaya diri sang pemimpin dan kepercayaan sang pemimpin kepada masyarakatnya.Sebaliknya,yang paling membuat masyarakat lemah dan ragu terhadap kemampuan mereka adalah sikap Ulama yang kurang percaya diri dan kurang percaya terhadap masyarakatnya.

Kita ambil contoh terjadi pada seorang Ulama yang berceramah tentang tafsir surah al-Syams dan membahas ihwal penyucian jiwa.Ulama tersebut mengungkapkan berbagai bentuk kecaman, menghantam, membuat ragu terhadap keimanan, niat dan amal masyarakat pengikutnya.Padahal kemauan masyarakat untuk datang saja sudah sangat baik,ini tidak diungkapkan dan dihargai .Dari sini dapat disimpulkan bahwa sifat yang ditunjukkan kepada para Mukmin yang malang itu adalah sifat kaum Kafir dan Fasik yang menjadi musuh mereka.Sebenarnya mereka sangat membutuhkan rasa percaya diri dan Ketaatan.Terutama karena masyarakat tumbuh dalam lingkungan pendidikan keluarga yang buruk.

Kesimpulannya kita Umat Islam mengharapkan Ulama-ulama yang mencintai masyarakatnya,dan mempercayainya bahwa mereka itu Islam dan selalu memerlukan bimbingan serta petunjuk. Sebagaimana juga ALLAH SWT memberi penghormatan dan kepercayaan kepada manusia. Kita memohon kepada ALLAH dari Ulama-ulama yang menjual masyarakatnya kepada musuh-musuh ALLAH

Disadur oleh Hamba ALLAH dari buku RAHASIA KETANGGUHAN HIZBULLAH (Prof.Ali Qurani)

Palembang,17 Mar. 09.

0 Comments:

Poskan Komentar